Mempertahankan Bisnis disaat Krisis Corona? Ini 5 Strateginya

Sampai saat ini (21/April/2020) menurut Wikipedia hampir 2,5 juta orang terkonfirmasi positif, tepatnya 2.478.634 orang. Sembuh 651.736 orang dan meninggal 170.389 orang. Di Indonesia sendiri yang terkonfirmasi positif ada 6.760 orang, sembuh 747 orang dan meninggal 590 orang. Melihat kondisi saat ini kita tahu bahwa banyak bisnis atau usaha yang terdampak oleh krisis ini. Seperti pariwisata, travel dan perhotelan. Namun bisnis harus tetap dipertahankan, mungkin ada penyesuaian di berbagai lini. Apa saja strateginya? Mari simak 5 strategi jitu mempertahankan bisnis saat krisis corona.

1. Tetap optimis

Terdengar klise, namun memang itulah yang harus dilakukan pertama kali. Jika tetap optimis dan berpikiran positif maka akan muncul solusi-solusi kreatif. Sebaliknya, jika sudah pesimis dan negatif maka apapun strategi yang akan dilakukan tidak akan memberikan manfaat. Untuk itu penting untuk tetap optimis dan semangat. Bahkan karena banyak waktu luang dan berada dirumah terus justru dapat mencari ide untuk materi promosi atau konten untuk pengembangan bisnis selanjutnya.

2. Update informasi terkini

Agar terus bertahan kita harus selalu memantau perkembangan terbaru tentang krisis ini. Sehingga dapat dijadikan data untuk mengatur strategi bisnis kedepannya. Lihat trend yang sedang terjadi, cek kondisi kompetitor, tangkap peluang-peluang yang mungkin terjadi dan sebagainya. Dengan begitu waktu luang yang ada dapat dimanfaatkan untuk riset dan analisa perkembangan bisnis. Namun hati-hati, karena banyak informasi yang beredar saat ini itu tidak benar alias hoax. Jadi penting untuk mem-filter informasi yang didapat.

3. Hubungi pelanggan dan karyawan

Penting juga untuk tetap berhubungan dengan pelanggan serta karyawan. Jangkau dengan media yang dapat membantu memfasilitasi Anda. Untuk menjaga hubungan dengan pelanggan Anda dapat menjangkaunya dengan website, email, atau social media. Berikan informasi yang bermanfaat serta buat konten yang menghibur. Sertai pula promosi-promosi didalam materi konten atau informasi Anda. Dalam menghubungi karyawan Anda dapat menggunakan email atau aplikasi meeting online seperti Zoom, Team atau Workplace. Berikan semangat dan pengertian kepada karyawan Anda. Karena pelanggan dan karyawan adalah aset Anda untuk tetap bertahan disaat pandemi corona saat ini maupun setelah pandemi selesai.

4. Tetap melakukan promosi

Kadang dikarenakan kondisi saat ini, banyak yang melupakan promosi ataupun beriklan. Namun sebenarnya walaupun dalam keadaan pandemi ini promosi tetap dapat dilakukan dengan murah dan efektif. Diantaranya memanfaatkan forum modern, membuat konten menarik dan sebagainya. Lebih lengkapnya dapat dibaca di tips promosi bisnis yang efektif, murah dan praktis disaat wabah corona. Intinya jangan tinggalkan promosi karena kompetitor juga pasti akan terus berusaha memanfaatkan momen. Maka kita harus terus berusaha untuk tetap menjaga hubungan dengan pelanggan akan menguatkan brand Anda. Namun tidak juga berlebihan sehingga akhirnya malah mengganggu.

5. Menahan diri

Yang terakhir adalah menahan diri. Selain menahan diri untuk tidak keluar rumah, juga menahan diri untuk tidak melakukan kesalahan dalam mengambil langkah atau keputusan. Karena sedikit saja salah langkah maka akan sulit untuk memperbaikinya. Terutama disaat kondisi krisis seperti ini. Jika memang harus ada pengurangan karyawan, jangan dipaksakan untuk terus dipertahankan. Dapat diinformasikan kepada mereka dengan baik-baik dan diberi pengertian. Jika kondisi mengharuskan tutup dulu sementara maka lakukan segera.

Keputusan strategis amat diperlukan untuk mempertahankan bisnis Anda. Jadikan krisis saat ini menjadi pelajaran dan pengalaman untuk perkembangan bisnis Anda. Jangan jadikan krisis ini sebagai bencana. Itulah pentingnya untuk tetap optimis dan perpikran positif. Sudut pandang yang positif dalam melihat krisis ini dapat menambah produktifitas dan akan mempertahankan bisnis disaat krisis corona. Semoga artikel ini dapat membantu untuk merubah sudut pandang Anda dalam mengadapi krisis. Salam Sukses!